Budidaya Bawang Merah Sukses Karena Tanaman Kokoh Hama Teratasi

Budidaya Bawang Merah Sukses Panen Melimpah

Budidaya Bawang Merah Sukses panen melimpah

Petani yang budidaya bawang merah banyak tersebar di banyak wilayah Indonesia. Bawang merah atau orang jawa menyebutnya brambang ini masih sangat luas pasarnya. Sehingga tidak ada yang namanya itu mati pasar. Karena memang masyarakat kita menjadikannya sebagai bumbu masakan sehari-hari.

Nah untuk kisah kali ini akan ditemani oleh seorang petani bawang merah asal Jawa Tengah tepatnya di kabupaten brebes. Pengalaman bedanya antara sebelum dan sesudah menggunakan Pupuk Biotogrow akan diceritakan disini. Apa saja yang akan beliau sharing? Silahkan disimak pemaparannya berikut ini!

“Kenalkan, nama saya Soti’in, petani bawang merah dari desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes bagian tengah pulau Jawa Alias Jawa Tengah. Disini saya menanam bawang merah dan akan menunjukkan hasil tanaman saya yang sudah saya aplikasikan dengan BiotoGrow.

Sebelum ini, tanaman bawang merah kami tidak seperti ini, mudah sekali teparnya. Jika hawa panas, ia langsung pucat, layu dan tidak tegar. Namun berbeda setelah pemakaian Biotogrow, tanaman jadi lebih kuat, kokoh dan tahan terhadap cuaca panas serta tahan dari serangan hama penyakit.

Dengan menggunakan Pupuk Biotogrow, semua pestisida dan fungisida lebih maksimal kerjanya karena Biotogrow welcome banget sama obat pertanian kimia. Selain itu, pemupukan juga makin optimal kerjanya. Efek baiknya begitu terasa sekali dan cepat terbukti. Coba lihat tanamannya, dari daunnya saja sudah kelihatan, [warnanya] hitam manis mrenges. Serta dari perakaran pun juga sangat banyak.

Ini tanaman bawang merah saya umurnya 45 hari. Saya cabut sebagai contoh saja. Dan inilah tanaman seperti yang ada di hadapan anda (terlihat) masih kokoh dan kuat.

Dosis Pemakaian BiotoGrow Pupuk Organik

Sementara itu dosis pemakaiannya, kami menggunakan dosis 1 tutup botol per tangki setiap 3 hari sekali. Saya semprotkan terus sampai bawang saya berumur bawang 50 hari dengan hasil yang begitu sangat memuaskan dibandingkan dengan petani lainnya yang tidak menggunakan BiotoGrow.

Nah, berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri, untuk pengolahan tanah pada saat awal tanam, kami menggunakan M21 DECOMPOSER dengan aplikasi pada penyemprotan ngegol [atau penyemprotan untuk pembasmian rumput] dengan aplikasi 100 – 200 ml per tangki.

Kemudian pada pemupukan pertama, kami campurkan dengan pupuk TS, sehingga reduksi-reduksi kimia yang ada di dalam tanah dapat dinetralkan atau  dihancurkan dengan M21 DeComposer. Sehingga meski tidak baru, bisa langsung tumbuh baik subur [tidak bergadak, tidak merkatak dengan pucuk kuning]. Akhirnya, tanaman bawang pun subur dan tumbuh, seperti tanaman normal yang tidak pernah kena serangan hama penyakit.

Harapan kami kepada rekan-rekan petani, khususnya para petani tanaman bawang merah di Brebes [dan di mana saja berada di Nusantara ini], gunakanalah BiotoGROW!!

Gunakanlah dan aplikasikan biotogrow, supaya para petani khusus petani Brebes yang tanahnya sudah banyak kimianya. Hasilnya akan berbeda dan meningkat lebih banyak dan memuaskan.

BIOTOGROW PANEEN TENAAN….!!!!!

Soti’in – Petani Bawang Merah [Brebes]

====================================================

Budidaya Bawang Merah Sukses Soti’in – Brebes Jawa Tengah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *